Rabu, 21 September 2022

Ada JK di Balik Anies, Makin Mengerikan YGY

Saya kira, kita sama-sama tahu bahwa JK dan Anies ini adalah sepasang bapak dan anak yang saling menolong satu sama lain. JK adalah orang yang mengusulkan nama Anies Baswedan kepada si Prabowo, saat dia dalam keadaan sakit hati dan jatuh ke dalam jurang kekalahan. Dalam kondisi gundah gulana dan nggak beres hatinya, Prabowo menerima saran dari JK dan mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Meskipun dia sudah dipecat oleh Pak Jokowi karena gagal urus kemendikbud. JK adalah sosok yang buat saya agak mengerikan. Menurut pandangan saya yang cukup subjektif ini, JK ini bahaya banget. Kalimat-kalimatnya sering bercabang dan memiliki kemungkinan multiinterpetasi yang sangat tinggi. Dia ini juga dekat dengan banyak pihak, bukan hanya pihak pemerintahan, melainkan pihak anti pemerintah. JK ini dekat dengan organisasi yang dikelola oleh Zakir Naik, kita tahu siapa Zakir Naik yang zakarnya ada di bawah seperti semua pria yang ada di dunia. Zakir Naik ini adalah sosok ulama yang dimasukkan ke dalam catatan hitam karena ceramah dan pemikirannya yang radikal oleh dunia. Zakir Naik diundang ke istana saat itu di Indonesia, dan membuat kita sama-sama paham bahwa kedekatan ini sudah merupakan kedekatan yang agaknya menakutkan. Ini adalah sebuah fakta yang bukan sekadar opini liar. Saya beropini sesuai fakta dan tidak ada yang saya tambah-tambahkan atau kurang-kurangkan. Kita tahu juga sama-sama bahwa JK dan Anies ini dekat sekali. Nggak mungkin JK bisa menyodorkan nama Anies ke si manusia sakit hati Prabowo saat itu untuk menghancurkan Ahok. Saat itu JK posisinya adalah orang nomor 2 di Indonesia, dan dia harusnya main cantik. Maka sampai dia mau mundur, baru dia bongkar semuanya. Dia sendiri yang mengatakan dan mengakui bahwa dirinya yang mengendorse nama Anies Baswedan ke Prabowo. Dan kita tahu sama-sama betapa hancurnya DKI Jakarta. Infrastruktur tidak berhasil membawakan kemajuan. Kata-kata juga hanya jadi sampah. Anggaran-anggaran besar juga tidak digunakan bertanggungjawab dan pada akhirnya uang rakyat habis dihabis-habiskan dengan anggaran janggal. Anies tak tersentuh KPK, karena saat itu diduga masih ada Novel Baswedan.

0 komentar:

Posting Komentar