Minggu, 25 September 2022

Begini Kesaksian Susi, Pengakuan Istri Ferdy Sambo Berbalik, Putri Candrawathi Diduga yang Lecehkan Brigadir J,

Istri Ferdy Sambo diduga lecehkan Brigadir J, Susi akui dengar Putri Candrawathi mendesah Motif di balik pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J masih belum terungkap. Belakangan, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi justru kembali dimunculkan. Bahkan, Komnas HAM dan Komnas Perempuan juga merekomendasikan agar dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi kembali dilakukan penyelidikan. Baca Juga: Susi Ngaku Dengar Istri Ferdy Sambo Mendesah, Lihat Putri Candrawathi Tengah Berhubungan Intim, dengan Siapa? Padahal sebelumnya tim penyidik telah menghentikan penyidikan terhadap laporan Putri Candrawathi itu lantaran tidak ditemukannya unsur-unsur pidana. Sontak, hal ini pun menuai beragam kritik dan kontroversi. Di antaranya adalah kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dan eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara. Sementara itu, Dosen sekaligus YouTuber Anjas Asmara di Thailand menduga Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sengaja memanfaatkan peraturan perundang-undangan untuk melawan hukum. Termasuk salah satunya terkait Putri Candrawathi yang tak kunjung ditahan meski statusnya kini telah menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J. Sebagai informasi, Putri Candrawathi tak ditahan dengan alasan kondisi kejiwaan yang tidak stabil dan masih memiliki anak kecil. Menurut Anjas, alasan penangguhan penahanan istri Ferdy Sambo itu tidak masuk akal. Pasalnya, kondisi kejiwaan seseorang bersifat subjektif. Selain itu, ia mengaku menyelidiki jejak digital Putri Candrawathi. Dari sana ia menduga bahwa anak berusia 1,5 tahun bukanlah anak kandung. Anjas menilai, anak tersebut hanya dijadikan tameng untuk memuluskan rencana-rencana Putri Candrawathi. "Sepertinya anak satu setengah tahun ini malah kasihan banget ya dia dijadikan tumbal agar memuluskan rencana-rencana Putri Candrawathi," ujarnya. Ia mengatakan, penangguhan penahanan tersebut menunjukan betapa kuatnya istri Frdy Sambo itu, berlawanan dengan citra yang dibangun di hadapan media bahwa ia adalah perempuan lemah dan tidak berdaya. "Dia ternyata juga bukan orang biasa, dia punya kekuatan yang luar biasa, tidak hanya seorang Ferdy Sambo," tuturnya. Kemudian, ia juga kembali menyinggung BAP Susi, ART Ferdy Sambo yang diduga bocor. Ia mengklaim telah mendapatkan informasi perselingkuhan antara Putri Candrawathi dan Brigadir J melalui sumber istimewa yang enggan disebutkan namanya. Karenanya, ia mengaku tidak percaya dengan isu pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo yang kembali digaungkan oleh Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Sebaliknya, Anjas justru percaya apabila Putri Candrawathi lah yang melakukan pelecehan seksual terhadap Brigadir J. "Tetapi kalau kebalikannya, Putri Candrawathi yang melakukan pelecehan ke Brigadir Yosua, 99 persen aku percaya kalau harus memilih dugaan kuat dari lembaga tersebut," akunya. "Karena pada saat dibilang diduga sangat kuat, itu artinya sudah 95 persen yes," tambahnya. Anjas juga menyinggung tentang teori relasi kuasa, di mana pelecehan seksual biasanya dilakukan oleh orang yang lebih kuat terhadap orang yang dianggap lebih lemah. Dalam konteks budaya di Indonesia, kata Anjas, pelecehan dianggap hanya bisa dilakukan oleh laki-laki kepada perempuan meski realitanya bisa sebaliknya. Karena itu, ia lebih percaya apabila pelecehan seksual tersebut dilakukan Putri Candrawathi kepada Brigadir J. "Dibandingkan aku harus percaya dengan rekomendasi dari kedua lembaga tersebut, aku lebih cenderung percaya jika yang melakukan pelecehan tersebut adalah Putri Candrawathi ke Brigadir Yosua," tuturnya.

0 komentar:

Posting Komentar