Minggu, 25 September 2022

Gibran Menuju DKI 1 Atau Jateng 1???

Sepertinya karir Gibran Rakabuming Raka tak akan jauh berbeda dengan sanga ayah, Joko Widodo. Bedanya, Jokowi menjadi walikota Solo selama 2 periode, lalu hijrah ke DKI Jakarta menjadi Gubernur Jakarta. Gibran nasibnya sedikit lebih baik, karena di tahun 2024 nanti, Gibran baru menjalankan jabatannya sebagai Walikota Solo lebih sedikit dari 3 tahun, dari tanggal pelantikannya sebagai walikota Solo pada tanggal 26 Februari 2021, dan kemungkinan Gibran andil dalam pertarungan pemilihan gubernur di Pilkada serentak 2024 yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Novermber 2024 sangat besar sekali. Kemungkinan Gibran maju di Pilgub 2024 ini sangat besar karena namanya sudah mulai digadang-gadang, bahkan Gibran sudah mendapatkan wejangan dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, dan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, bila maju dalam Pilgub Jawa Tengah ataupun Pilgub DKI Jakarta, jika dirinya benar-benar berniat untuk menjadi calon gubernur. Gibran buka suara terkait pertemuannya dengan Ketua Umum PDIP dan Ketua Umum Gerindra di Jakarta, bahwa dirinya disarankan untuk maju di Pilgub Jawa Tengah atau di Pilgub DKI Jakarta. Namun putra sulung Presideng Indonesia ini mengatakan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru untuk meningkatkan jabatannya dari walikota menjadi Gubernur. Namun dari kalimat yang Gibran sampaikan, saya menarik kesan kalau kalimat "nanti dulu, saya fokus dulu di Solo, nanti dulu aja, waktunya masih panjang, santai aja yah..." masih akan berubah ketika mendekati waktu pendaftaran pasangan cagub ke KPU. Bagi Gibran, mungkin waktu 2 tahun menuju Pilkada 2024 masih seperti sebuah lorong waktu yang panjang. Namun bagi Partai Politik, jangankan dua tahun, Pilkada 2019 kemaren abaru selesai, publik sudah diriuhkan dengan calon-calon pemimpin yang akan maju di Pilkada 2024. Secara pengalaman berpolitik, Gibran memang bisa dibilang masih "anak bawang". Dari sisi kinerja juga tidak bisa disimpulkan karena masa jabatan Gibran sebagai walikota Solo belum genap 2 tahun. Tapi jika melihat dari pamornya dalam hasil survey elektabilitas calon Gubernur Jawa Tengah, Gibran mengungguli semua nama-nama beken lainnya. Berdasarkan hasil survey Charta Politika, tingkat keterpilihan Gibran mencapai 28,5% mengungguli wakil gubernur incubent, TJ Yasin, dan walikota Semarang Hendrar Triadi. Sementara jika Gibran dimasukkan ke dalam daftar calon Gubernur DKI Jakarta, elektabilitas Gibran berapa di peringkat ke-7, dimana elektabilitas tertinggi dipegang oleh Ridwan Kamil, disusul oleh Erick Thohir dan Tri Rismaharini. Menurut Analis politik Hantayuda, memang saat ini bisa dikatakan merupakan momentum Gibran untuk melaju dari karir politiknya. Dari perhitungn politik, apa yang menguntungkan Gibran adalah jabatan Gibran saat ini sebagai walikota Solo, dimana Solo adalah juga merupakan awal dari karir politiknya Jokowi menuju RI 1, kedua adalah Gibran merupakan anak dari Jokowi yang memiliki pengaruh politik yang sangat besar. Di sisi lain, tantangan bagi Gibran adalah bagaimana Gibran bisa mentranspormasikan prestasi dan basis kinerjanya selama menjadi walikota Solo yang bisa ditawarkan pada masyarakat Jawa Tengah, sehingga pemilih tidak memandang Gibran hanya sebagai putra dari Presiden Indonesia. Saya pikir memiliki seorang mentor secanggih Jokowi, sedianya Gibran akan mampu menjadi seorang Gubernur di Jawa Tengah untuk masa 2 periode dan setelah itu Gibran disiapkan untuk maju di Pilpres 2034.

0 komentar:

Posting Komentar