Direktur Eksekutif Komisi Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) Tomu Augustinus Pasaribu menyampaikan surat terbuka kepada Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan Brigadir J.
Berikut isi suratnya:
Kepada Saudara Ferdy Sambo,
Gadis Sekolah Itu Melahirkan Tepat Di Pelajaran
Jangan Cuma Kenali Dari Beritanya! Ini 2 Fakta tentang Gisella
Kamera CCTV akan menunjukkan kematian Brigadir J
Pertama-tama saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan saya membuat surat terbuka, kita tidak pernah bersua maupun berkomunikasi, inilah perkenalan pertama kita,.
Dari kerendahan hati saya turut prihatin atas musibah yang sedang saudara hadapi, namun saya sangat salut atas pengakuan saudara terhadap Alm Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (NY).
Teramat sulit saat ini ditemukan orang yang mengakui kesalahan yang diperbuat.
Entah kenapa saya bisa salah alamat surat sebab pada tanggal 8 juli 2022 saya melayangkan surat ke Kapolri yang seharusnya ke Kadiv Propam, sayapun tidak mengerti kenapa bisa salah alamat, kalau surat itu saudara baca mungkin hal ini bisa tidak terjadi, karena menyangkut kasus besar.
Tapi Sang Khalik mungkin punya rencana yang lain untuk saudara.
Sekarang nasi sudah menjadi bubur, yang harus dijalani dan dihadapi, ijinkan saya memberikan sedikit masukan demi menyelamatkan marwah anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada saudara, jangan karena khilaf dan kesalahan yang saudara perbuat mengorbankan kehidupan anak-anak saudara kedepan.
Pengakuan saudara sudah suatu perbuatan yang baik, akan lebih memiliki nilai yang lebih bagus bila saudara jujur atas apa yang terjadi sesungguhnya, untuk menyelamatkan marwah anak-anak saudara.
Sebab kejadian ini harus anda jalani sesuai dengan hukum dan apapun yang menjadi keputusannya, tapi perlu saudara pikirkan memulihkan dan memberikan kepercayaan diri kepada anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada saudara untuk kelangsungan hidup mereka, kita bekerja dan mencari nafkah kan untuk anak.
Perbuatan saudara membantu orang yang tidak mungkin menjadi mungkin adalah suatu perbuatan baik, tapi kurang tepat juga saudara mengorbankan kehidupan anak-anak saudara.
Selamatkanlah kehidupan mereka dengan kejadian yang sesungguhnya.
Mengatakan yang benar bukanlah suatu pengkhianatan, tapi bila saudara tidak mau jujur maka sama saja saudara mengubur anak-anak saudara hidup-hidup yang anda miliki, sementara semua orang yang saudara bantu serta menikmati hasil bisnis saudara sekarang meninggalkan saudara sendiri, meskipun ada yang memberikan iming-iming dengan segala rayuan, ataupun harapan-harapan kosong.

0 komentar:
Posting Komentar