Kamis, 22 September 2022
Home »
» Mundur dari CEO Persebaya, Azrul Ananda Disebut Rugi Rp20 M, Bonek Andie Peci: Dibuka Saja Keuangan 2018-2022
Mundur dari CEO Persebaya, Azrul Ananda Disebut Rugi Rp20 M, Bonek Andie Peci: Dibuka Saja Keuangan 2018-2022
Mundur dari CEO Persebaya, Azrul Ananda Disebut Rugi Rp20 Miliar, Bonek Andie Peci: Dibuka Saja Keuangan 2018-2022 /Tangkapan Layar Youtube Official Persebaya
ZONA SURABAYA RAYA- Bagi masyarakat awam, mundurnya Azrul Ananda dari CEO Persebaya Surabaya sangat mengagetkan.
Pasalnya, Azrul Ananda dianggap sebagai sosok yang membawa Persebaya Surabaya kembali ke Liga 1 pada 2018 silam.
Azrul Ananda juga hadir menyelesaikan masalah finansial Persebaya kala itu. Namun kini ia justru melepas posisi CEO di saat performa Bajol Ijo terseok-terseok.
Iwan Iwe, anggota Bonek Writers Forum (BWF) menyebut keputusan mundur Azrul Ananda sudah ia prediksi. Menurutnya, Azrul tidak faham dengan dinamika sepakbola di Indonesia.
Baca Juga: 23 Tahun Persebaya tak Pernah Menang di Malang, Bonek: Kalahkan Arema FC Akan Jadi Obat Mundurnya Azrul Ananda
"Saya selalu merasa keberadaan Azrul di Persebaya merupakan kesalahan dari awal," sebut Iwan Iwe dari analisisnya berjudul "Mengapa Azrul Mundur, Sebuah Perspektif" yang dikutip dari sejarahpersebaya.com, Rabu 21 September 2022.
Dijelaskannya, saat Green Force dipegang Azrul pada 2017, ia masih memiliki jabatan mentereng sebagai CEO di koran nasional Jawa Pos.
"Persebaya awalnya milik Jawa Pos," lanjut Iwan.
Setahun setelah mengakuisisi Persebaya, Jawa Pos ternyata pecah kongsi dengan Dahlan Iskan, ayah Azrul Ananda.
"Jadilah dia (Azrul Ananda dan Dahlan Iskan, red) mundur dari Jawa Pos," ungkapnya.
Bersamaan dengan itu, Azrul membawa serta PT DBL dan Persebaya. Karena itu pula, menurut Iwan, Azrul harus mengeluarkan banyak.
"Akuisisi PT DBL mungkin masih menguntungkan secara hitung-hitungan bisnis. Namun akuisisi Persebaya mungkin keputusan yang tidak rasional dan emosional," papar Iwan.
Di mata Iwan, Azrul ini masih polos di dunia sepakbola Indonesia. Namun ia berani mengambil risiko besar dengan mengelola tim Bajol Ijo.
"Hanya “orang gila” yang mau berbisnis bola di Indonesia. Namun orang gila pun tahu jika sepakbola Indonesia butuh duit besar yang tak akan bisa kembali," tutur dia.
"Seorang pengusaha yang bertahun-tahun di sepakbola Indonesia tahu jika 1+1 tidak sama dengan 2, melainkan 9 atau 10," lanjutnya.
"Tak ada yang bisa diprediksi di sepakbola Indonesia. Azrul tidak paham," imbuhnya lagi.
Iwan lantas mengungkap kerugian besar yang dipikul Azrul. Ia mencontohkan pada musim 2020 lalu. Kerugian yang diderita manajemen cukup besar.
Melalui akun Intagram @officialpersebaya, hanya ada unggahan terkait kerseriusan Azrul untuk mundur.
Äzrul Ananda menyatakan mundur dari jabatan CEO/Presiden Klub Persebaya.


0 komentar:
Posting Komentar