Wacana Duet Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2024, Apakah Mungkin? Pengamat menilai wacana duet Prabowo Subianto dan Joko Widodo sebagai pasangan capres dan cawapres dalam Pilpres 2024 sulit terwujud.
Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat kampanye Pilpres 2019. Wacana duet Prabowo Subianto dan Joko Widodo sebagai pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden (Pipres) 2024 dinilai sulit terwujud.
Pendiri Lembaga Survei Voxpol Center tersebut mengatakan ada lima alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, Jokowi belum tentu akan menerima bila ada tawaran menjadi wakil presiden, terutama dengan statusnya yang sudah menjadi presiden selama dua periode. “Masih jauh lebih tertarik Jokowi mungkin dengan ide tiga periode, Faktanya, Presiden Jokowi cenderung membiarkan wacana tersebut terus dipancarkan “inner circle” pendukung beliau, ditambah lagi presiden Jokowi mengatakan itu sah-sah saja karena bagian dari suara demokrasi,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (17/9).
Kedua, approval rating terhadap Jokowi yang terus mengalami penurunan trenn. Hal ini, menurut dia, akan berpengaruh pada citra serta elektabilitas Jokowi. Advertisement “Itu artinya tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden Jokowi terjadi fluktuasi dan dinamis kedepannya, ada kemungkinan figur Jokowi tidak lagi se-populer ketika maju pada pemilu 2014 dan pemilu 2019,” ujarnya.
Disusul Prabowo dan Anies Ketiga, menurut dia, setiap tokoh mempunyai mementumnya. Ia menilai ada fase anti klimaksnya, ada masa expired date dari setiap tokoh. Menurutnya, kecederungan pemilih lebih besar memilih calon presiden yang relatif baru, yang belum memiliki beban janji apapun kepada rakyat.
. Keempat, segmen pemilih di antara keduanya berbeda. Ia menilai, polarisasi di antara kedua pendukung masih cukup membekas. "'Kampret' dan 'cebong', mengingatkan kita kembali soal pilpres 2019 adalah pemilu paling buruk dalam sejarah Indonesia, bagaimana buzzer, influencer berhasil membuat kita sebagai bangsa terbelah," ujarnya.
buntut dari ketidakberdayaan meyakinkan masyarakat untuk mendukung wacana tiga periode Jokowi sebagai presiden.
"Wacana ini menjadi santer pembicaraan/percakapan ruang publik atau masyarakat, lalu melihat sejauhmana respon masyarakat dengan narasi duet maut tersebut," ujarnya. Presiden Joko Widodo telah mendengar dan menanggapi wacana duet antara dirinya dengan Prabowo. Ia mempertanyakan kemunculan wacana tersebut dan memastikan bukan dia yang memunculkan isu itu. "Ini muncul lagi jadi wapres, itu (isu) dari siapa?" kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (16/9).


0 komentar:
Posting Komentar