Senin, 24 Oktober 2022

Gerindra Klaim Prabowo Capres Paling Tepat Gantikan Jokowi

Gerindra Klaim Prabowo Capres Paling Tepat Gantikan Jokowi Sekretaris Jendral Partai Gerindra Ahmad Muzani mengklaim Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) yang paling tepat menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 2024. "Prabowo adalah capres yang paling tepat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan ke depan," kata Muzani dalam keterangannya, Minggu (23/10). Muzani mengatakan Prabowo kerap mendapatkan predikat sebagai menteri dengan kinerja terbaik di kabinet Jokowi. "Dan kami merasa bahwa nama Prabowo Subianto adalah orang yang paling tepat untuk mengisi kursi kepresidenan," ucapnya. Muzani pun menyoroti situasi dunia yang sedang tidak baik-baik saja saat ini. Presiden Jokowi pun kerap mengingatkan ancaman resesi dan krisis pangan sudah dekat imbas perang Rusia dan Ukraina. Kondisi ini, lanjut dia, akan berimplikasi terhadap pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia ke depan. "Karena itu pencalonan Pak Prabowo untuk maju di 2024 adalah cara yang tepat untuk menjawab tantangan krisis bagi bangsa Indonesia pada tahun-tahun mendatang," katanya. Lihat Juga : Paloh: Saya Dukung Ahok Disebut Penista Agama, Dukung Anies Kadrun Partai Gerindra telah mengumumkan Prabowo sebagai calon presiden di Pilpres 2024. Namun, Gerindra tak bisa sendirian mengusung calon presiden karena hanya mendapatkan 17.594.839 suara atau 12,57 persen di Pemilu 2019. Sementara syarat ambang batas pencalonan presiden yaitu memiliki 25 persen suara sah nasional atau 20 persen kursi di DPR. Karena itu, Gerindra harus membentuk koalisi dengan parpol lain untuk mengusung Prabowo. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani, mengungkapkan alasan Prabowo Subianto mulanya enggan mencalonkan lagi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sampai akhirnya Muzani bersama seluruh kader dan simpatisan partai meyakinkan ketua umumnya untuk kembali jadi calon presiden (capres) dengan berujung penetapan secara resmi oleh partainya yang diumumkan beberapa waktu lalu melalui kongres. "Itu (jadi capres) saya pertama kali sejak tahun 2020 meminta beliau (Prabowo) untuk maju di Pilpres 2024. Kami semua yang menginginkan itu. Omongan pertama enggak jawab, senyum, kedua senyum lagi. Sampai akhirnya diminta oleh semua kader dan pengurus partai seluruh Indonesia untuk maju lagi. Karena tidak ada lagi sosok seperti beliau (Prabowo) di Indonesia," jelas Muzani di hadapan para kiai di Ponpes Sulalatul Huda Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (22/10/2022) malam. Baca juga: Pengurus Gerindra Kunjungi Ponpes di Tasikmalaya, Minta Restu Prabowo Jadi Capres Muzani pun menilai sosok Prabowo akan mampu menjaga hubungan bilateral dengan berbagai negara. Apalagi selama ini hubungan antara negara besar masih terus memanas dan akan mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. "Saat itu Pak Prabowo enggan mencalonkan lagi karena pertimbangan usia. Namun, setelah kami meyakinkan Indonesia butuh sosok beliau (Prabowo), langsung bersedia kembali. Apalagi kondisi saat ini sangat penting menjaga kondisional dan persamaan keamanan. Pak Prabowo bisa terus menjaga hubungan baik dengan Amerika, China, Rusia, Eropa. Pak Prabowo sudah teruji dalam hal itu," ungkap dia. Baca juga: Ridwan Kamil Sudah Bicara soal Pilpres 2024 dengan Prabowo di Hambalang Muzani pun menyebutkan, dalam waktu dekat kerja sama antara PKB dan Gerindra akan segera mengumumkan sosok pasangan capres yang akan diusungnya. Hal itu setelah jalinan komunikasi dan meminta izin dari para kalangan ulama se-Indonesia selesai dilakukan. "Pokoknya dalam waktu dekat akan segera diumunkan. Kita masih menunggu Pak Prabowo pulang dari Amerika Serikat ke Indonesia lagi," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar