Jumat, 28 Oktober 2022
Home »
» Hubungan Jokowi-Nasdem Diprediksi Bakal Retak, Ini Tanda-tandanya...
Hubungan Jokowi-Nasdem Diprediksi Bakal Retak, Ini Tanda-tandanya...
Hubungan Jokowi-Nasdem Diprediksi Bakal Retak, Ini
Tanda-tandanya...
Pengamat politik sekaligus pendiri Lingkar Madani (Lima)
Ray Rangkuti memperkirakan akan adanya keretakan
hubungan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan elite
Partai Nasdem. Dia memperkirakan, keretakan hubungan
tersebut tinggal menunggu waktu. "Paling lama itu bulan
Februari 2023, itu akan kelihatan retaknya," kata Ray
dalam diskusi Para Syndicate bertemakan "PDI-P Vs
Nasdem: Ojo Dibandingke?" di Jakarta, Kamis
(27/10/2022).
Ray kemudian membeberkan lima alasan mengapa prediksinya
itu akan terjadi. Baca juga: Ketua Nasdem Jabar: Ada
Tren Kenaikan Suara Anies Baswedan, Sesuai Survei
Litbang Kompas Pertama, keretakan mulai terlihat ketika
Jokowi tidak berkenan menanggapi pencalonan Anies
Baswedan sebagai calon presiden (capres) oleh Nasdem
pada awal Oktober. Jokowi menyatakan enggan mengomentari
pencalonan itu karena negara tengah dihadapkan oleh
bencana tragedi Kanjuruhan.
"Itu sangat dalam yang mengungkapkan sisi terdalam dari
Pak Jokowi atas peristiwa di deklarasi pencapresan
Nasdem," ujar Ray. Kedua, tanda keretakan hubungan
Jokowi dan Nasdem dilihat dari suara-suara elite PDI-P
yang menyerang partai besutan Surya Paloh itu. Aksi
saling serang itu terjadi tak berlangsung lama setelah
Nasdem mengumumkan deklarasi Anies. Baca juga: PDI-P
Singgung Soal Biru: Dulu Dirobek karena Bendera Belanda,
Sekarang Jadikan Anies Capres Apalagi, kata Ray, Jokowi
langsung bertemu dengan Ketum PDI-P Megawati
Soekarnoputri di Batutulis, Bogor, Jawa Barat setelah
itu.
"Dan nyata-nyata Pak Hasto (Sekjen PDI-P) menyebut
pertemuan itu ya memang membicarakan masalah kebangsaan.
Itu artinya sudah ada komunikasi Pak Jokowi dengan PDI-P
atau PDI-P bersikap lebih tegas terhadap apa yang
dilakukan Nasdem terkait dengan deklarasi pencapresan
Anies Baswedan," ujar dia. Hal ketiga yaitu untuk kali
pertama setelah hampir 8 tahun, Presiden Jokowi
menanggapi pertanyaan wartawan soal kemungkinan
perombakan kabinet atau reshuffle.
Adapun Jokowi menyatakan bahwa dirinya bakal melakukan
reshuffle. Pernyataan itu disampaikannya dalam merespons
pertanyaan soal adanya desakan relawan Jokowi untuk
merombak menteri dari Partai Nasdem setelah
mendeklarasikan Anies. "Tapi ketika ditanyakan kawan-
kawan media beberapa hari setelah deklarasi itu, Beliau
dengan tegas mengatakan iya saya akan reshuffle," kata
Ray. "Jadi ini indikasi yang ketiga yang menunjukkan
bahwa hubungan Pak Jokowi dengan Nasdem sedang tidak
baik baik saja," ujar dia. Baca juga: Usung Anies Jadi
Capres, 3 Menteri Nasdem Berpotensi Kena Reshuffle?
Keempat, kata Ray, yaitu saat Jokowi berpidato dalam
Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Golkar di JIExpo Kemayoran
beberapa waktu lalu. Adapun Jokowi berpidato dan
mengatakan hendaknya pengumuman capres jangan terburu-
buru. Kelima, Ray berpandangan, keretakan itu semakin
terlihat saat Jokowi tidak berkenan memeluk Surya Paloh
pada momen HUT Golkar tersebut. "Saya kira cukup lima
bahasa tubuh dan bahasa lisan situasi dari Pak Jokowi
menandakan bahwa situasi batin Pak Jokowi dalam kondisi
yang betul-betul merasa terpukul deklarasi oleh Nasdem,"
tutur Ray.


0 komentar:
Posting Komentar