Senin, 19 September 2022

Ada Apa Ini !!! Papua Memanas Akan Ada Demo Besar-Besaran #SaveLucasEnembe Besok





Miris memang... di satu sisi pemerintan ini berusaha mati-matian untuk membangun Tanah Papua, di sisi lain, Gubernur Papua, Lucas Enembe, yang sudah ditetapkan tersangka karena korupsi ratusan miliar hingga triliunan, dibela warga Papua. Ga heran kalau Presiden Indonesia sebelum Jokowi tidak mau membangun Papua, mungkin hal-hal seperti ini sudah terbayang oleh mereka dan mereka malas untuk berurusan.

Hari ini muncul isu bahwa di Papua situasinya memanas karena diberitakan akan terjadi unjuk rasa besar-besaran di Tanah Papua besok, tanggal 20 September 2022. Unjuk rasa atau demo ini dilakukan oleh warga dari segala lini massa dengan tema #SaveLucasEnembe. Tagar Save Lucas Enembe ini dimunculkan dalam rangka membela Lucas Enembe yang sudah ditetapkan sebagai tersangka olehh KPK beberapa waktu lalu dan sekarang merasa terkurung di rumah dinasnya. Penetapan tersangka oleh KPK tentu saja mengindikasikan bahwa Lucas Enember sudah terjerat dalam kasus korupsi.

Apa yang membuat warga Papua "bangkit" membela calon koruptor ini karena beberapa hal sebagai berikut :

Penetapan Lucas Enembe sebagai tersangka KPK ini diisukan sebagai sebuah rekayasa politik karena kondisi menjelang tahun politik 2024. Kasus Korupsi yang dilakukan Lucan Enembe ini diframing sebagai kasus yang memiliki keterkaitan dengan parpol atau pejabat tertentu, dan sedikitpun tidak dipandang sebagai satu peristiwa temuan dan fakta hukum tindak pidana korupsi murni.

Pihak Enembe menghembuskan isu bahwa dirinya ditetapkan tersangka karena permasalahan gratifikasi yang cuma Rp 1 miliar. Faktanya PPATK menyatakan bahwa ada ketidakwajaran dari penyimpanan dan pengelolaan uang yang jumlahnya mencapai ratusan miliaran rupiah di lebih dari 10 transaksi keuangan yang betul-betul di luar kewajaran.

Pihak Enembe tidak terbuka pada warga bahwa saat ini saja beberapa rekening bank atas nama Lucas Enembe sendiri telah diblokir oleh PPATK PER HARI INI dengan jumlah mencapai Rp 71 miliar.

0 komentar:

Posting Komentar