Senin, 19 September 2022

Panas-dingin Hubungan Demokrat - PDIP, Isu Genderuwo Mengemuka




Entah isu apa yang meninabobokan seseorang atau sekelompok orang, sehingga dia atau mereka rela mengorbankan banyak hal untuk sesuatu yang boleh disebut fatamorgana. Barangkali hal inilah yang dimaksud Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto ketika merespon pernyataan pengurus pusat Partai Demokrat. Article Article

Tidak mudah memahami sesuatu yang kita pahami sebagai anomali, istilah yang secara teknis terjadi dalam proses pemanasan air yang justru bereaksi tidak seharusnya. Demikianlah yang kita jumpai di dunia politik, khususnya jelang kontestasi tahun 2024 ini.

Memerlukan analisis cukup mendalam untuk mencermati nuansa kejiwaan para elit partai, kenapa mereka seakan terhipnotis oleh karisma Anies Baswedan, sehingga ketika kabar angin yang menyebut namanya saja begitu ramai diperdebatkan. Seistimewa itu kah sosok mantan Gubernur itu?

Karena selama ini yang sering tampak di permukaan justru yang membuat banyak orang terpesona, barangkali faktor permukaan Anies memang menjadi magnet terkuat sehingga seorang tokoh partai merasa perlu membelenya secara terbuka.

Benny K Harman menyebut ada genderuwo yang ingin menjegal Anies sebagai capres, bayangkan, menjegal dalam bentuk seperti apa, dalam rangka mencalonkan oleh partai apa, dan siapa yang dia maksud genderuwo? Serba tak jelas, yang justru tampak terang benderang adalah, karena sang Ketumnya, Agus Harimurti menginginkan disandingkan dengan Anies.

Kalimat bersayap sebagai ciri khas politisi sepertinya harus kita temukan lebih sering minimal sebelum mencapai jadwal pendaftaran nama paslon capres. Dan meskipun pesan utamanya sering disembunyikan, mereka sangat terobsesi untuk menggunakan cara demikian. Invisible hand atau genderuwo mungkin dipilih untuk mengganti nama seseorang atau nama partai tertentu, yang dituding sebagai penjegal.

0 komentar:

Posting Komentar