Senin, 26 September 2022

AHY, SBY dan Satu Demokrat Diam 1000 Bahasa Soal Lukas Enembe

Kenapa ya Susilo Bambang Yudhoyono tidak menginstruksikan Lukas untuk segera datang ke Jakarta memenuhi panggilan komisi pemberantasan korupsi yang saat ini punya wewenang hukum untuk melakukan tersebut? Padahal kita tahu selama ini sosok Susilo Bambang Yudhoyono adalah tokoh Demokrat yang luar biasa berpengaruh di internal mereka meskipun dia tidak punya guna di Indonesia. Setahu saya kader Demokrat patuh seperti Andi, Sutan, Anas, Angelina dan lain-lain. Hehehe. Kita tahu kasus korupsi yang menghajar kader-kader Demokrat memang sangatlah banyak dan nilainya gila-gilaan bisa masuk ke angka triliunan. Profesor Mahfud MD pun mengatakan bahwa Ada dugaan tindak pidana korupsi senilai 500 miliar yang adalah setengah triliun dan itu keluar hanya ke kasino saja. Kenapa harus dibawa ke tempat judi? Saya menduga kuat bahwa ada upaya dari Lukas untuk mencuci uang sehingga hilang begitu saja di luar negeri. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan perjudian jika itu dilakukan di luar negeri seperti aborsi yang dilegalkan di beberapa negara. Tapi yang menjadi konsen utama dari apa yang dikatakan oleh profesor Mahfud MD adalah dugaan uang negara yang dibawa lari. Seharusnya internal Demokrat seperti Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono mendukung proses hukum yang dilakukan oleh KPK kepada kader loyalnya yakni Lukas. Harusnya Andi Arif juga tidak ngebacot dan asal halusinasi mengatakan bahwa kalau puan menang Presiden dengan cara ditangkap-tangkapin oposisi. Justru bagi saya apa yang dikeluarkan dari mulutnya Andi Arif yang busuk itu kelihatan sangat panik karena banyak sekali internal Demokrat yang dibongkar dan harus ditangkap-tangkapin memang. Narasi Andi Arif itu justru seolah-olah terkesan bahwa ketika Presiden Joko Widodo melalui kepemimpinannya menegakkan hukum dan memberikan konsekuensi logis yakni ditangkap, membuat Presiden Joko Widodo justru jadi dianggap represif. Padahal kalau kita mau pakai otak yang nggak penuh dengan sabu-sabu dan juga obat terlarang, pasti kita bisa berpikir cerdas bahwa apa yang dikatakan oleh Andi Arif itu ngaco. Kenapa? Karena penangkapan itu dilakukan oleh lembaga lain bukan Presiden Joko Widodo. Lembaga yang terpisah secara struktur dari Presiden Joko Widodo. Dari sini kita mulai paham bahwa Demokrat dan Susilo Bambang Yudhoyono sudah nggak ada harganya di mata kader-kadernya. Orang tua ini memang sudah waktunya untuk menikmati hari tuanya saja bersama anak cucu ketimbang ngebacot soal negara. Saya kira kita harus sama-sama memiliki mata yang terbuka lebar mengenai politik agar tidak digoblok-goblokin sama orang macam Andi Arif dan narasi-narasi menyimpang yang dibawakan oleh orang yang pernah ditangkap nyabu di sebuah kamar hotel bersama perempuan. Sampai wc-nya saja diterbalikin untuk menghilangkan barang bukti tapi sampai sekarang aman-aman saja tuh orang? Setahu saya yang ditangkap-tangkapin itu adalah Antasari Azhar dan juga beberapa orang yang ingin mencoba membongkar kasus korupsi Hambalang. Jadi bayangkan saja di dalam internal Demokrat ini ada orang-orang yang membawa narasi buruk dan busuk terhadap Presiden Joko Widodo dan pemerintahan negara republik Indonesia yang sah. Ini membuktikan sebuah kepanikan sedang terjadi di dalam internal Demokrat yang ingin menutupi borok-borok yang mulai dibongkar dan nanahnya itu kemana-mana. Kita tahu Papua adalah provinsi dengan dana otonomi khusus yang begitu besar nilainya sampai ribuan triliun mungkin. Bukannya digunakan untuk membangun Papua malah digunakan untuk pribadi dan cuci uang. Lalu siksaan duitnya dipakai untuk menyewa para pengawal yang dipakaikan pakaian adat untuk Veronica Komen berkoar-koar jika ada penegakan hukum yang dilakukan kepada orang Papua. Gara-gara Demokrat isu suku agama ras dan antar golongan terus-menerus dibakar dan dimunculkan. Memangnya lu kira Anis Baswedan itu orang mana? Dia itu eks orang Demokrat juga kok. Toh Dia pernah ikut konvensi Demokrat. Tapi sekali lagi wibawa dari Susilo Bambang Yudhoyono sudah hancur lebur berantakan di bawah kaki dan diinjak-injak oleh Lukas. Orang beginian mau turun gunung? Wong dia sudah ada di dasar laut terdalam harga dirinya kenapa harus turun gunung dia merasa lebih tinggi dari siapa sekarang? Mungkin dia lebih tinggi dari kakinya saja. Eh ngomong-ngomong kakinya dan pemikirannya lebih tinggi mana ya? Hehehe.

0 komentar:

Posting Komentar