Senin, 26 September 2022

Setelah Menyopiri Jaklingko, Mungkin Anies Bisa Coba Beberapa Profesi Ini buat Pencitraan?

Jelang usainya masa jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang kurang dari sebulan lagi, Anies Baswedan tampaknya mulai strategi "kedekatan dengan rakyat" dengan tujuan agar citranya terlihat baik. Minimal dia ingin dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan warganya dan mendengar aspirasi warga Jakarta. Nah, yang terbaru kan, sosok yang dikenal sebagai "Bapak Politik Identitas" ini memainkan peran dadakan sebagai sopir angkot Jaklingko. Bagj SEWORD-ers yang mungkin melewatkan tulisan mengenai Anies mendadak jadi sopir Jaklingko bisa buka tautan berikut: Kita yakin bahwa aksi yang terkesan penuh kepura-puraan itu belum akan berhenti sampai Anies selesai menjadi DKI-1 sekitar tiga pekan lagi. Nah, selain akting dadakan sebagai sopir angkot, mungkin beberapa profesi ini bisa menjadi pilihan jika Anies sampai kehabisan ide mau berperan sebagai apa biar terlihat baik dan merakyat: Pertama, sopir atau kru Transjakarta. Dua posisi sekaligus yang lekat dengan transportasi masyarakat ini bisa dicoba secara bergantian. Siapa tahu besok jika menganggur karena batal nyapres pada 2024 nanti, Anies bisa mengisi waktu luang dengan tetap bertemu warga Jakarta? Kedua, berperan sebagai Ondel-Ondel. Sebelumnya kan Anies sudah beranin mengganti nama-nama jalan dengan nama tokoh dari kalangan Betawi. Nah, akan lebih mantap kalau sesekali Anies mencoba berkostum Ondel-Ondel, lalu menampakkan diri di kawasan Kota Tua, yang katanya namanya dikembalikan jadi "Batavia" sehingga bernuansa masa penjajahan. Ketiga, pengawas di kawasan Batavia. Masih terkait poin kedua, kenapa tidak sekalian dia berperan sebagai pengawas biar tidak ada kejadian pengendara motor memakai jalanan yang dikhususkan bagi pejalan kaki itu? Keempat, panitia sepeda gembira. Ini juga bisa membuat Anies semakin tampak merakyat. Apalagi kalau kegiatannya disertai pembagian banyak doorprize dan biar seru bisa sedikit dimodifikasi: bersepeda dengan melepas tangan! Kelima, membantu petugas kebersihan dengan tangan kosong. Masalah sampah kan menjadi persoalan klasik bagi warga Jakarta. Mungkin akan terlihat keren jika Anies berani turun gunung dan mendadak ikut bersih-bersih, kalau perlu nyemplung kali sekalian biar terlihat menyatu dengan alam. Sebagai bonus, biar melunturkan kesan politik identitas yang kadung melekat, mungkin sesekali Anies bisa bantuin parkir di gereja, menyalakan lilin di kelenteng, atau bersih-bersih pura yang ada di Jakarta. Sekalian, biar aktingnya punya kesan mendalam dan ada totalitas di sana. Bagaimana menurut Anda?

0 komentar:

Posting Komentar