Senin, 19 September 2022

Demokrat Dibully Soal Hambalang, Malah Mau Seret Nama Jokowi




Gara-gara AHY bicara ngawur soal banyaknya infrastruktur di era SBY dan menyindir soal gunting pita, candi Hambalang pun disorot dan dijadikan bulan-bulanan.

Mega Proyek Hambalang yang mangkrak kembali disorot publik.

Demokrat selalu kepanasan dan tidak senang kalau Hambalang diungkit lagi. Hambalang adalah aib terbesar yang melekat begitu kuat pada Demokrat, SBY dan penerusnya. Aib ini ibarat kotoran yang tidak bisa dibersihkan lagi dengan cara apa pun. Branding Hambalang sudah terlalu melekat di benak publik.

Tapi mereka tetap tidak menyerah untuk berusaha melepaskan diri dari ikatan terkutuk ini.

Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief pun memberikan pembelaan soal Hambalang. Hambalang direncanakan sejak lama sebagai alternatif mengganti kawasan Senayan.

”Direncanakan sejak lama alternatif mengganti senayan, Dihentikan KPK karena ada persoalan,” katanya.

Dia menyebut, proses hukum sudah selesai, tapi Jokowi disebut tak ingin melanjutkan pembangunannya.

Memang Jokowi sempat berkunjung ke lokasi Hambalang. Sempat ada rencana dilanjutkan kembali pembangunannya. Jokowi meminta masukan dari berbagai pihak untuk uji kelayakan, untuk memastikan bahwa masih bisa dilanjutkan pembangunannya.

Tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutan. Memang Hambalang ini lebih cocok disebut sebagai proyek bancakan. Sedari awal, lokasinya saja sudah tidak layak dilakukan pembangunan. Tanah di lokasi konturnya tidak stabil sehingga sangat membahayakan bangunan.

Di lokasi pun sempat terjadi longsor. Hasil penelitian tim tanggap darurat yang dibentuk Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementrian ESDM menunjukkan longsor disebabkan sifat batuan di lokasi berupa tanah lempung, mudah mengembang dan terjadi gerakan tanah. Selain itu lokasi Hambalang berada dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah tinggi.

Ini sudah diketahui saat perencanaan konstruksi berdasarkan hasil "soil investigation" perusahaan subkontraktor PD Laboratorium Teknik Sipil Geoinves yang menunjukkan tanah di Hambalang bersifat cemented clay.

Jadi wajar pembangunan Hambalang lebih baik tidak usah dilanjutkan lagi.

Tapi Demokrat tebal muka dan tak tahu malu. Sungguh parah mental bobroknya mereka.

Era SBY, pembangunan terhambat, sekarang Jokowi yang disalahkan karena tidak melanjutkan pembangunan dan menuding hanya fokus pada pembangunan di IKN.

Mereka yang bikin kotor, malah minta Jokowi membersihkan kotoran itu. Dasar gak pernah ngaca.

AHY sempat menyindir era SBY banyak pembangunan infrastruktur yang belum sempat selesai tapi selesai di era presiden berikutnya sehingga dianggap hanya modal gunting pita.

Kalau memang begitu maunya, silakan bangun kembali Hambalang. Jangan suruh Jokowi, nanti dibilang gunting pita. Lebih baik suruh SBY lanjutkan pembangunan supaya Demokrat yang pada akhirnya gunting pita.

Jokowi lanjutkan, nanti dibilang gunting pita. Jokowi tak mau lanjutkan, mereka juga yang ngambek seperti anak kecil.

Ngapain juga melanjutkan proyek bermasalah? Dari awal saja sudah tidak layak, maka dari itu perlu dicurigai kenapa dipaksakan pembangunannya kalau bukan buat korupsi?

Pemerintah sampai kapan pun jangan mau lanjutkan Hambalang. Jangan robohkan karena butuh biaya besar untuk merobohkan dan memindahkan materialnya ke tempat lain. Biarkan berdiri dengan megah sebagai candi mega mangkrak sebagai sejarah atau museum pengingat. Jadi di masa depan, generasi mendatang tidak akan lupa bahwa ada rezim munafik yang tak pernah ngaca dan partainya sangat tidak layak dipilih.

Enak aja mereka minta pemerintah lain melanjutkan, padahal studi kelayakan menunjukkan tidak layak. Mau buang-buang lagi? Pakai saja uang pribadi SBY dan keluarganya. Jangan pakai uang rakyat.

AHY koar-koar tentang kehebatan SBY, tapi cukup satu Hambalang, bikin semua yang dilakukan SBY tak penting lagi. Ini nasib sial yang harus dipikul oleh Demokrat dan AHY. Dan ini cukup menyadarkan masyarakat.

Jangan sampai ada lagi Hambalang-Hambalang berikutnya. Jangan sampai ada lagi iklan munafik yang mengajak masyarakat untuk mengatakan tidak pada korupsi. Gelengkan kepala dan katakan TIDAK. Abaikan rayuannya dan katakan TIDAK. Tutup telinga dan katakan TIDAK. Tapi tiga bintang iklan tersebut malah ditangkap KPK.

Yang benar adalah katakan TIDAK pada segala macam ucapan dari Demokrat. Demokrat sedang memaksakan AHY agar maju pilpres. Kira-kira mau gak negara ini dipimpin orang seperti mereka?

0 komentar:

Posting Komentar