Sabtu, 17 September 2022

Kesaksian Bripka RR mengaku melihat Kuat Maruf tegang dan panik sedangkan Putri Candrawati seperti kesakitan.




Bripka RR selaku ajudan Ferdy Sambo, membuat pengakuan jujur saat kejadian di Magelang tentang Kuat Maruf, Putri Candrawati, dan Brigadir J.

Bripka RR menceritakan saat ia dipanggil oleh Putri Candrawati untuk pulang ke rumah lalu ke kamarnya.

Ia mengaku melihat Putri Candrawati dan Brigadir J di kamar sedang melakukan percakapan selama 15 menit.

Bripka RR telah menjalani tes Lie Detector atau pendeteksi kebohongan terkait keterangannya saat berada di Magelang.

Pengakuan Bripka RR itu terbilang jujur yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Erman Umar pada Rabu 7 September 2022 dalam tayangan televisi nasional.

Cerita bermula saat Bharada E dan Bripka RR yang berada di SMA Taruna Nusantara pada 7 Juli 2022 lalu.

“Kala itu, Bripka RR bertemu dengan pamong putra Sambo di asrama SMA Taruna Nusantara."

“Bahkan, dia (Bripka Ricky Rizal) hendak ingin bertemua pamong lainnya yang berada di alun-alun Magelang," kata Umar, menirukan perkataan Bripka RR, 

Setelah itu, Bharada E menerima telepon dari Putri Candrawati menyuruh kedua ajuan (Bharada E dan Bripka RR) balik ke rumah.

Sesampainya di rumah, Bripka RR dan Bharada E tidak melihat seorang pun di lantai 1.


Mereka naik ke lantai dua dan melihat Susi, Asisten Rumah Tangga (ART) sedang menangis, sedangkan Kuat Maruf dalam kondisi tegang dan panik.


“Sedangkan Om Kuat dalam kondisi tegang dan panik," ucapnya lagi.

Lalu, Bripka RR bertanya pada Kuat Maruf lalu ia menceritakan bahwa Kuat melihat Brigadir J di tangga dan langsung lari saat ditegur olehnya.

“Terus, saya (Kuat Maruf) memerintahkan Susi asisten rumah tangga itu memeriksa kondisi Putri Candrawati," katanya lagi.

Erman menjelaskan, Bripka RR bersaksi bahwa Brigadir J sempat ribut dan marah dengan Kuat Maruf lantaran tidak terima dituduh berbuat kurang ajar kepada istri Ferdy Sambo tersebut.

Saat ketegangan terjadi antara Brigadir J dan Kuat Maruf, menurut pengakuan Bripka RR, Putri Candrawati sedang berbaring di dalam kamar.


"Bripka RR naik ke atas bertemu Kuat, dan RR langsung melongok ke kamar PC. Karena RR kan dipanggil PC, tadi lewat telepon Bharada E," kata Erman saat memberikan keterangan.

Ia sebelumnya memperagakan adegan di Magelang terlihat sedang berkomunikasi dengan Kuat Maruf di kamar Putri Candrawati
Tak hanya itu, ia mengatakan bahwa Putri Candrawati mencari Brigadir J sehingga ada adegan Brigadir J masuk ke kamarnya.


Lebih lanjut, Bripka RR mengaku tidak melihat adanya tindakan pelecehan maupun tindakan kekerasan seksual pada di kamar Putri Candrawati.


"Bripka RR kemudian tanya kepada Ibu PC. 'Ada apa Bu?'. Tapi Ibu tidak langsung menjawab, namun malahan bertanya, 'Joshua dimana', begitu," tambahnya.

Ia hanya melongok lewat pintu dan tidak melihat jelas Putri Candrawati yang disebut belakangan sedang menangis.

"Menangis atau tidak, yang jelas seperti sakit," kata Erman.

Bripka RR kemudian melihat Brigadir J hendak masuk lagi ke kamar Putri Candrawati, tetapi dihalangi oleh Kuat Maruf.

"Itu dilihat oleh RR. Jadi Kuat menghalangi itu, gak tahu penafsiran dari Kuat kenapa," kata Erman penuh tanda tanya.

"Karena Kuat dan Josua sudah bertengkar, sehingga RR menjaga," kata Erman lagi.

Karena pertikaian tersebut, tak lama Brigadir J keluar kamar bersama Bripka RR untuk kembali turun ke lantai 1.

"Pada saat mereka turun, Bripka RR ikuti Josua, karena khawatir supaya jangan ada pertengkaran lagi dengan Kuat Maruf. Bripka RR antar sampai ke bawah. Dia sempat tanya Josua juga, ada apa lagi. Yang kedua ini jawaban Josua melunak, 'Udah bang, gak ada apa-apa bang'. Ini berbeda dengan pertama sebelum Josua bertemu Ibu," tandasnya.

Itu terkait kesaksian Bripka RR lihat Kuat Maruf tegang dan panik serta Putri Candrawati seperti sedang kesakitan.***


0 komentar:

Posting Komentar