Selasa, 20 September 2022
Home »
» Ma’ruf Amin Jauh Lebih Berguna dari JK! Ini Bukti-buktinya!
Ma’ruf Amin Jauh Lebih Berguna dari JK! Ini Bukti-buktinya!
Akhirnya saya baru memahami kenapa Presiden Joko Widodo pada tahun 2019 meminang kyai Haji Ma'ruf amin untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinannya yang sudah ia lakukan di tahun 2014 terdahulu saat dia berpasangan dengan Jusuf Kalla.
Saya baru paham ternyata Joko Widodo memang memilih sosok yang mungkin sedikit dianggap sebagai orang yang berperan penting dalam memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama yang juga adalah sahabat dari Presiden Joko Widodo.
Awalnya saya sangat kecewa dan melihat bagaimana Presiden Joko Widodo saya anggap sebagai orang yang sifatnya kompromistis terhadap kampung kepemimpinan. Apalagi dengan meminang orang yang ada di belakang demo demo untuk memenjarakan Ahok dan menganggap Basuki Tjahaja Purnama sebagai penista agama.
Apalagi saat itu kyai Haji Ma'ruf Amin adalah orang yang dekat dengan Rizieq Shihab dan ikut terlibat di dalam aksi Bela agama tersebut. Tapi saya memilih untuk lebih melihat kepada sosok presiden daripada wakil presidennya pada tahun 2019 sehingga dengan tetap yakin dan teguh saya memilih pasangan Jokowi Amin ketimbang Prabowo dan Sandiaga Uno yang kalau bicara tentang rekam jejak jauh lebih parah.
Meskipun sempat juga beberapa tahun belakangan ini kita melihat bahwa sosok Ma'ruf Amin ini kurang ada gebrakannya. Bahkan banyak sekali sindiran bahwa rakyat Indonesia tidak Merasa punya wakil presiden dan kaget pura-pura terkejut mendengar bahwa ternyata kita ada wakil presiden ya?
Orang yang dikenal sebagai sosok panutan umat agama Islam ini juga di dalam usianya memiliki banyak keterbatasan. Tapi sekarang semuanya mendadak berubah dan saya mulai sadar satu hal yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang lainnya.
Entah ada suara datang dari mana membuat saya melihat bahwa presiden Joko Widodo tidak salah dan justru sangat amat tepat meminang Bapak Ma'ruf Amin ini.
Setidaknya kita melihat dengan amat sangat jelas bahwa Bapak Ma'ruf Amin ini jauh lebih baik daripada Jusuf Kalla. Selama dia menjadi wakil presiden, Ma'ruf Amin menjadi sosok yang kelihatannya memang sangat pasif namun di sanalah dia memang seharusnya berada.
Karena dia adalah sosok yang mau bagaimanapun dihormati oleh banyak sekali mayoritas rakyat Indonesia yang beragama Islam. Dia dianggap sebagai orang yang dihormati secara pemikiran dan pandangan. Bahkan ketika dia mendukung Ahok untuk dipenjara, banyak orang yang manut dan tunduk sama Ma'ruf Amin.
Justru saat ini dengan tidak berbicaranya dia dan pasifnya dia yang seolah-olah hanya mengikuti aturan-aturan dan kegiatan-kegiatan wajar yang seadanya, negara ini jauh lebih stabil dan jauh lebih terkontrol. Saya harus mengucapkan apresiasi besar kepada bapak Ma'ruf Amin untuk kontrol dirinya yang sangat amat baik. Cenderung orang di usia tua maunya mengajari dan memberikan pendapat untuk diikuti oleh bawahannya yang muda.
Lihat saja Jusuf Kalla selama dia menjadi wakil presiden republik Indonesia tahun 2014-2019. Coba lihat saja orang-orang yang diundang untuk datang ke Indonesia. Saya nggak perlu sebut nama dan saya kasih fotonya saja kalian mungkin terkaget-kaget.
Makanya inilah yang membuat saya menganggap bahwa jauh lebih baik seorang yang diam dan pasif seperti Ma'ruf Amin ketimbang orang yang sok inisiatif mengusung dan menyodorkan nama Anies Baswedan yang adalah maskot intoleransi dan sekaligus maskot radikalisme kepada Prabowo Subianto untuk dijadikan calon gubernur dan menggerakkan rumah-rumah ibadah untuk menjadi mesin politiknya.
Setidaknya saya tidak melihat bahwa ada politisasi rumah ibadat yang dilakukan oleh Ma'ruf Amin saat dia mendemo Ahok.
Terima kasih Bapak Ma'ruf amin, mungkin periode ini adalah periode bapak yang terbaik yang bisa Bapak jalankan ketimbang jabatan-jabatan sebelumnya.
Semoga setiap usaha yang Bapak sudah lakukan bisa dikenang oleh banyak orang khususnya umat yang meletakkan jangkar pemikirannya di dalam pemikiran Anda. Saya berharap bapak tidak menjadi seperti Jusuf Kalla.
Keberadaan Jusuf Kalla tidak membuat isu-isu anti toleransi dan radikalisme mereda di tahun 2014-2019. Keberadaan Ma’ruf Amin justru membuat isu-isu terorisme, radikalisme bersih tuntas.
Apalagi di tahun JK jadi wapres, Anies yang adalah maskot intoleransi berkuasa dan rumah ibadat jadi tempat politisasi. Meskipun pernah gandengan sama Rizieq, di era Ma’ruf Amin jadi wapres, Rizieq masuk bui, Anies mundur, ILC tutup. Cuci bersih rekam jejak penjarakan Ahok.
Jauh lebih baik seorang Ma'ruf amin ketimbang Jusuf Kalla di dalam kinerjanya selama ini. Tapi untuk ke depannya, siapa pasangan calon yang Indonesia inginkan? Apakah nanti ada Said Aqil atau Gus NU jadi wakil utk meredakan panasnya isu agama yang digosok Anies?


0 komentar:
Posting Komentar