Selasa, 20 September 2022

Saling Serang Dua Partai Beda Ideologi Makin Seru Menuju Pemilu PDIP VS PKS

Semakin dekatnya pesta demokrasi Indonesia tensi politik makin hangat, bahkan cenderung memanas. Saling lempar serangan terus terjadi dengan data dan fakta versi masing-masing. Partai Demokrat dan PDI Perjuangan dan PKS dengan PDI Perjuangan. Saling serang antar partai politik ini setidaknya ada dampak positifnya, yakni ternyata oposisi masing ada. Selama ini suara oposisi tidak begitu terdengar karena hanya dua partai dan raihan kursi di DPR pun cukup kecil. Partai Demokrat mulai melakukan serangannya kerasnya ketika Rapimnas Kamis lalu. AHY sebagai Ketum menyebut jika infrastruktur di era Jokowi 70% - 80% mayoritas dikerjakan era SBY dan Jokowi tinggal gunting pita. Tentu saja hal ini membuat panas istana dan partai utama pendukung Jokowi. PDI Perjuangan melalui Adian menangkis serangan tersebut sekaligus menyerang balik. Wah seru nih. Adian memang dikenal piawai menggunakan pengetahuannya untuk mematahkan argumen lawan. Pernyataan AHY bisa berakibat blunder. Karena sekarang ini zaman sudah modern sehingga bisa dengan mudah mencari data sebenarnya di telepon genggam. Masyarakat bisa membaca referensi valid, sejauh mana kebenaran pernyataan AHY. Setelah membaca masyarakat akan tahu kebenarannya sehingga elektabilitas Partai Demokrat dan AHY bisa menurun. Karena mereka tidak mengatakan berdasarkan data dan fakta sebenarnya. Kemudian, pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto agar PKS introspeksi diri sebelum mengkritik pemerintah soal kenaikan harga BBM berujung adu perdebatan dua kubu. Hasto sebelumnya meminta PKS melihat apakah Kota Depok berprestasi selama 10 tahun dipimpin kader partai itu. Gayung bersambut. PKS pun mengumbar berbagai prestasi yang didapat Kota Depok salah satunya soal berkurangnya angka kemiskinan. PKS kemudian meminta PDIP melihat prestasi Kota Solo di bawah pimpinan Gibran Rakabuming Raka yang merupakan kader PDIP. Kedua partai tersebut memang lumrah terjadi saling serang. Mereka punya mazhab politik yang berbeda. PDIP dan PKS punya perbedaan fanatik soal ideologi dan basis pendukungnya. PKS itu mewakili kelompok islam yang sangat kanan, sedangkan PDIP mewakili nasionalis yang sangat nasionalis. Oleh sebab itu, PDIP dan PKS adalah partai yang sangat sulit dipertemukan. Partai yang diketuai Ahmad Syaikhu itu memiliki landasan ideologi Islam. Sedangkan, PDIP adalah kelompok yang berlandaskan nasionalisme. Sehingga, memiliki kepentingan yang berbeda. Meski demikian, masalah dua kubu yang seperti minyak dan air itu hanya terjadi di tingkat pusat. Sementara di tingkat kabupaten, kota atau provinsi kadang kedua partai itu berkoalisi mengusung kepala daerah yang sama. Saling serang antar partai politik harus disikapi dengan bijak oleh publik. Mereka hanya mempertontonkan sesuatu yang biasa saja, kita jangan sampai terbawa perasaan. Simak dan tonton saja sebagai hiburan gratis menjelang pemilu yang semakin dekat.

0 komentar:

Posting Komentar