Senin, 26 September 2022

Prabowo Mencari Cawapres, Cak Imin Gigit Jari?

Walaupun Pemilu dan Pilpres masih cukup lama sekitar 2 tahunan lagi, tetapi para politikus sudah bersiap mencari mitra koalisi dan mencari figur Capres dan Cawapres yang akan diusung. Pertempuran memenangkan jagoannya akan kembali terjadi setelah tahun 2019 cukup ramai dan tegang. Menteri Pertahanan, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden (capres) 2024 dalam Rapimnas Partai Gerindra di Sentul Bogor, Jawa Barat, Jumat 12 Agustus 2022. Partai Gerindra sudah deal berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menghadapi Pilpres 2024. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan piagam deklarasi oleh Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Lalu siapa kira-kira calon wakil presiden (Cawapres) yang akan menjadi pendamping Prabowo? Awal terbentuknya koalisi antara Partai Gerindra dan PKB yakni Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, Cak Imin digadang-gadang akan menjadi cawapres Prabowo. Tetapi sampai deklarasi resmi Prabowo maju capres belum ada keputusan. Rupanya Prabowo dan Partai Gerindra masih ragu-ragu untuk menjadikan Cak Imin diposisi cawapres. Prabowo perlu calon wakil presiden (cawapres) yang bisa melengkapi dan menambah elektabilitas. Cawapres Prabowo di Pilpres 2024 baiknya berlatar belakang sipil dan dari kalangan religius. Dalam menentukan siapa pendamping bagi Prabowo Subianto tentu harus dilakukan dengan cermat oleh Partai Gerindra. Pertama, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Menggandeng PKB sebagai mitra koalisi merupakan langkah strategis baik yang telah diambil oleh Partai Gerindra untuk memperkuat dukungan terhadap Prabowo Subianto di Pilpres 2024. PKB memiliki basis massa sangat kuat di kedua provinsi tersebut. Figur pendamping Prabowo Subianto tentu sebagai mitra koalisi PKB mengharapkan ketua umum Cak Imin dipilih sebagai bakal calon wakil presiden. Kedua, Khofifah Indar Parawansa. Elite-elite Partai Gerindra terlihat cenderung mengharapkan sosok Khofifah Indar Parawansa sebagai pendamping bagi Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden mendatang. Keinginan menjodohkan Prabowo Subianto dan Khofifah Indar Parawansa didasarkan pada pertimbangan untuk menargetkan basis pemilih Nahdlatul Ulama (NU) terutama kalangan perempuan. Basis ini diharapkan dapat menjadi kekuatan pemilih untuk melakukan antisipasi potensi penurunan dukungan dari kelompok pemilih muslim di pulau Sumatera, Jawa Barat, dan sejumlah provinsi lain. Partai Gerindra sadar betul salah satu faktor kekalahan Prabowo Subianto pada pilpres sebelumnya karena minimnya dukungan di Jawa Timur. Karena itu, penguasaan Jawa Timur melalui perjodohan Prabowo Subianto dan Khofifah diharapkan bisa menjadi faktor penentu kemenangan tahun 2024 mendatang. Ketiga, Ustad Abdul Somad (UAS). Tahun 2019 lalu Prabowo hendak meminang UAS jadi Cawapres, tapi yang bersangkutan tidak bersedia. Menuju Pilpres 2024 nanti, mungkin saja Partai Gerindra dan Prabowo kembali melamar UAS, siapa tahu kali kedua ini bisa diterima. Cak Imin dan PKB sejak dahulu menginginkan posisi capres atau cawapres. Mungkin saja Pilpres 2024 nanti Cak imin kembali harus gigit jari.

0 komentar:

Posting Komentar