Minggu, 16 Oktober 2022
Home »
» Akhirnya Bersih-bersih Juga Polri Jilid II, Dulu Sambo Kini Teddy Minahasa, Siapa Berikutnya?
Akhirnya Bersih-bersih Juga Polri Jilid II, Dulu Sambo Kini Teddy Minahasa, Siapa Berikutnya?
Bersih-bersih Polri Jilid II, Dulu Sambo Kini Teddy Minahasa, Siapa Berikutnya?
Kapolri akan menyampaikan siaran pers mengenai isu Irjen Teddy Minahasa ditangkap terkait kasus narkoba.(KOMPAS.com/SUCI RAHAYU) Penulis Syakirun Ni'am | Editor Sabrina Asril
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus membersihkan personelnya yang diketahui melakukan atau turut terlibat suatu tindak kejahatan.
Setelah membersihkan para pelaku dugaan pembunuhan berencana mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, kini Polri menindak Kapolda Jawa Timur yang baru empat hari menjabat, Irjen Teddy Minahasa.
Dalam kasus pembunuhan Yosua, Polri memecat lima personelnya. Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menyatakan Sambo diberhentikan dengan tidak hormat pada 25-26 September.
Malamnya Ikon Hedonis di Polri Malah Naik Jabatan Sambo sempat mengajukan banding. Namun, pada 19 September kemarin pimpinan sidang tetap menyatakan Sambo dipecat. Menyusul Sambo, Mabes Polri pun menyeret empat polisi dalam proses etik dan memberhentikan mereka dengan tidak hormat.
Mereka adalah mantan Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam, Kompol Chuck Putranto, mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Baiquni Wibowo. Baca juga: Profil Kapolda Kalsel Brigjen Andi Rian: Jebloskan Ferdy Sambo hingga Baju Mewahnya Jadi Sorotan Kemudian, mantan Kepala Detasemen (Kaden) A Biro Paminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria dan Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian.
Mereka dipecat dengan tidak hormat setelah menjalani sidang etik oleh KKEP. Lihat Foto Irjen Teddy Minahasa Putra(Foto: Polda Sumbar) Bersih-bersih Perwira Tinggi Jilid II Belum selesai kasus Sambo, korps Bhayangkara kembali diguncang dengan keterlibatan perwira tingginya dalam tindak pidana. Kali ini, seorang jenderal bintang dua Irjen Teddy Minahasa ditangkap anggota Polda Metro Jaya terkait kasus narkoba.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut Teddy diduga terlibat dalam peredaran narkoba. Polri juga mengamankan sejumlah personel lain dengan pangkat Bripka, Kompol, hingga AKBP.
Pernah Jadi Ajudan Wapres Jusuf Kalla Sebelum Gantikan Irjen Nico Afinta Informasi penangkapan Teddy menjadi sorotan karena pada hari yang sama Presiden Joko Widodo mengundang ratusan pejabat Polri, Kapolda, hingga Kapolres ke Istana. Pada kesempatan itu, Jokowi berpesan agar pejabat polisi berhati-hati dan mesti memiliki sense of crisis.
Terutama terkait gaya hidup dan hal-hal yang menimbulkan gejolak akibat kecemburuan ekonomi. Sementara itu, Teddy disebut-sebut menjadi polisi paling kaya berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hartanya mencapai Rp 29,9 miliar. Ia memiliki kendaraan bermotor mewah hingga 53 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai wilayah.
Eks Ajudan JK yang Hartanya Tiga Kali Lipat dari Kapolri Memunculkan Dugaan Perang Antarfaksi Meski sebagian pihak menyebut penangkapan Irjen Teddy Minahasa sebagai bentuk ketegasan Polri, Peneliti dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) bidang kepolisian Bambang Rukminto menilai peristiwa tersebut tidak cukup mengembalikan kepercayaan publik.
Menurut Bambang, penangkapan Teddy justru memunculkan dugaan terkait adanya perang antarfaksi di internal Polri. Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum merit system di Polri dipengaruhi tindak nepotisme, koneksi hingga gratifikasi. Hal ini berdampak pada kemunculan faksi, geng, maupun gerbong-gerbong di dalam Polri. Baca juga: Pengamat Duga Irjen Teddy Minahasa Lolos dan Dapat Promosi karena Hal Ini “Akibatnya muncullah Irjen Teddy Minahasa, menyusul Ferdy Sambo dan lain-lain,” kata Bambang saat dihubungi,


0 komentar:
Posting Komentar