Waspada! Kasus Eko Kunthadi Ditunggangi Kadrun Untuk Hancurkan Ganjar Pranowo!
Saya awalnya tidak mau mengomentari soal pesantren Lirboyo yang dianggap sebagai korban dugaan penghinaan dari Eko Kunthadi. Karena bagi saya hal ini memang merupakan urusan agama yang dianggap cukup sensitif untuk dikomentari oleh orang lain.
Tapi melihat bagaimana para kadar gurun mencoba untuk memframing Pak Eko dengan begitu jahatnya dan begitu biadabnya, saya menduga kuat bahwa memang sepertinya bukan hanya urusan agama yang berkait di sini namun urusan politik.
Kita tahu bersama-sama bahwa Pak Eko ini merupakan ketua umum Ganjarist. Kita juga sama-sama tahu bahwa Ganjar Pranowo adalah musuh besar bagi radikalisme dan terorisme yang ada di belakang Anies Baswedan.
Terlepas dari hinaan dan dugaan ejekan yang dilakukan oleh Pak Eko kepada salah satu petinggi pesantren Lirboyo, muatan politik yang terjadi sangatlah tinggi dan tidak bisa kita hindari untuk tidak kita lihat. Malah urusan agama seolah-olah hanya menjadi pintu masuk untuk menghancurkan kredibilitas Bapak Eko yang merupakan pendukung Ganjar Pranowo.
Mereka ini adalah segerombolan kadal gurun yang bisa menggunakan isu apapun untuk menghancurkan orang-orang yang sifatnya nasionalis dan mendukung kesatuan dan persatuan NKRI.
Pesantren Lirboyo yang dianggap merupakan basis ormas NU yang katanya merupakan ormas agama terbesar di dunia mengalahkan MUI, FPI dan HTI, banyak yang terpancing dan emosi tersulut.
Pada akhirnya pak Eko pun sudah minta maaf dan dimaafkan oleh petinggi pesantren tersebut. Namun kebencian yang dilontarkan oleh pendukungnya Anies Baswedan yang pada saat jadi gubernur menang dengan cara yang hina dan akhirnya diberhentikan dengan tidak terhormat, terus menerus dilanjutkan dan di panas-panasi.
Dari sinilah saya mulai nggak respek sama pendukungnya Anies Baswedan yang benar-benar kurang ajar dan menggunakan dan menghalalkan segala cara untuk menghancurkan Ganjar Pranowo yang adalah pendukung NKRI setia. Dan mereka tahu cara menghasut orang-orang macam ini.


0 komentar:
Posting Komentar